Heuristik, yaitu tahap mencari dan mengumpulkan sumber-sumber yang relevan dengan topik atau judul penelitian.
Verifikasi, yaitu penilaian terhadap sumber sejarah yang telah dikumpulkan, aspek ekstern mempersoalkan apakah isi yang terdapat dalam sumber itu dapat memberikan infomasi yang diperlukan.
Interpretasi, yaitu penafsiran fakta sejarah dan merangkai fakta tersebut menjadi satu kesatuan yang harmonis dan masuk akal.
Historiografi, yaitu penulisan sejarah berdasarkan sumber sejarah.
Sumber sejarah adalah semua yang menjadi pokok sejarah. Muh. Yamin mengatakan bahwa sumber sejarah adalah kumpulan benda kebudayaan untuk membuktikan sejarah.
Sumber-sumber sejarah.
Sumber lisan, yaitu keterangan langsung dari pelaku atau saksi dari peristiwa yang terjadi pada masa lampau.
Sumber tertulis yang diperoleh dari peninggalan tertulis. Jika tulisan yang didapat adalah tulisan kuno, perlu ilmu bantu, yaitu epigrafi.
Sumber benda kuno, untuk mengungkapkannya perlu bantuan ilmu lainnya, seperti arkeologi, ikonografi, nomismatik, ceramologi, geologi, antropologi, dan paleontologi.
Fakta sejarah mempunyai beberapa bentuk.
Artefak, yaitu semua benda baik secara keseluruhan atau sebagian hasil garapan tangan manusia.
Fakta sosial adalah fakta sejarah yang berdimensi sosial, misalnya, interaksi antarmanusia dan pakaian adat.
Fakta mental, yaitu fakta yang sifatnya abstrak, misalnya, keyakinan (kepercayaan).
Jenis-jenis sejarah berdasarkan fokus masalah dibedakan menjadi empat.
Sejarah geografi, dikaitkan dengan lokasi di mana peristiwa itu terjadi.
Sejarah ekonomi, yang dibicarakan bagaimana upaya memenuhi kebutuhan manusia.
Sejarah sosial, yang dikaitkan dengan kehidupan masyarakat pada suatu masa.
Sejarah politik, yang dibicarakan tentang kekuasaan yang terjadi pada suatu masa.
Jenis sejarah dilihat dari cakupan geografis terbagi menjadi tiga.
Sejarah dunia, yang membentangkan kehidupan manusia di dunia.
Sejarah nasional, yang membentangkan sejarah bangsa Indonesia.
Sejarah lokal, yang senantiasa mengungkapkan sejarah setiap wilayah (daerah).
Prinsip dasar penelitian sejarah lisan dapat dilakukan dengan teknik sebagai berikut.
Sumber berita dari pelaku sejarah.
Sumber berita dari saksi sejarah.
Sumber berita dari tempat kejadian.
Bab 4 Kehidupan Awal Masyarakat Indonesia
Sejarah terjadinya bumi kita menurut ilmu geologi sebagai berikut.
Zaman Arkhaikum berlangsung 2.500 juta tahun yang lalu belum ada kehidupan di bumi.
Zaman Paleozoikum 340 juta tahun yang lalu ketika bumi mulai terdapat kehidupan tertua di bumi, zaman ini disebut zaman primer.
Zaman Mesozoikum berlangsung 140 juta tahun yang lalu, disebut juga zaman sekunder. Zaman ini ditandai munculnya reptil raksasa, yakni Dinosaurus dan Atlantosaurus.
Zaman Neozoikum berlangsung 60 juta tahun yang lalu. Pada zaman inilah manusia mulai muncul di bumi.
Di Indonesia, penemuan fosil manusia purba banyak terdapat di Pulau Jawa. Kehidupan manusia pertama muncul di bumi ketika zaman Pleistosen dari jenis Pithecanthropus sampai Homo sapiens.
Fosil-fosil manusia purba yang ditemukan di Indonesia sebagai berikut.
Meganthropus paleojavanicus di Sangiran oleh Von Koeningswald, berupa rahang bawah.
Pithecanthropus. di Trinil namanya Pithecanthropus erectus oleh Dr. Eugene Dubois. berupa rahang bawah, di Sangiran namanya Pithecanthropus robustus oleh Weidenreich, di Mojokerto namanya Pithecanthropus mojokertensis oleh Von Koeningswald, serta di Sangiran namanya Pithecanthropus dubuis.
Homo
Homo wajakensis di Wajak Tulungagung ditemukan tahun 1889 oleh Von Rietschoten, diselidiki oleh Dr. Eugene Dubois.
Homo soloensis di Ngandong oleh C. Ter Haar.
Homo Sapiens yang ditemukan di Sumatra Timur.
Bab 5 Pengaruh Peradaban Awal Masyarakat Dunia terhadap Peradaban Indonesia
Peradaban di Lembah Indus dan Lembah Gangga berkembang menjadi negara Pakistan dan India
Mohenjo Daro-Harappa didukung oleh orang-orang Dravida.
Hindu-Buddha dikembangkan oleh orang-orang Arya.
Peradaban lembah Sungai Kuning
Meyakini adanya kerajaan langit yang pemerintahannya di bumi dimiliki oleh kerajaan dunia (Huang Ti).
Selama ribuan tahun dikuasai oleh berbagai dinasti silih berganti hingga kini berbentuk republik.
Peradaban lembah Sungai Eufrat dan Tigris (Mesopotamia) Dikembangkan oleh bangsa-bangsa Sumeria, Babilonia, dan Assiria yang telah mengenal berbagai teknologi yang cukup maju.
Peradaban lembah Sungai Nil Herodotus menyatakan bahwa Mesir adalah hadiah Sungai Nil. Berkat adanya Sungai Nil, Mesir menjadi negara yang subur dan kaya. Peradaban Mesir sudah maju dengan mengenal astronomi, ilmu kedokteran, dan ilmu bangunan yang canggih.
Peradaban Yunani Kuno Bangsa Yunani merupakan peletak dasar demokrasi dengan dibentuknya sistem polis atau semacam negara bagian dan adanya dewan rakyat. Sistem ketatanegaraan negara Yunani banyak ditiru oleh bangsa-bangsa modern di kemudian hari.
Peradaban Romawi Kuno Demokrasi yang lebih maju diperkenalkan bangsa Romawi Kuno. Mereka telah mengenal pemilihan kepala negara oleh wakil-wakil rakyat, bukan sistem keturunan, dan membentuk negara republik.
Kebudayaan Bacson-Hoabinh merupakan budaya yang masuk ke Nusantara yang alatalatnya terbuat dari batu.
Kebudayaan Dongson juga masuk ke Nusantara, yakni budaya logam. Nenek moyang kita mengenalnya dan sudah menggunakan perunggu.
Kebudayaan India yang masuk ke Nusantara memunculkan pengaruh agama Hindu dan agama Buddha.
Alat logam (perunggu) dibuat dengan dua cara, yakni cara bivalve dan a cire perdue.
Bab 6 Asal-Usul Persebaran Manusia di Kepulauan Indonesia
Beberapa petunjuk tentang keberadaan masyarakat awal di Indonesia.
Menurut Van Heine Geldern, nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Asia.
Prof. Dr. H. Kern mengatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari Campa.
Prof. Muh. Yamin mengemukakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari daerah Indonesia sendiri.
Moh. Ali mengemukakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Yunan (Cina Selatan).
Dr. Brandes mengemukakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia (masyarakat Jawa Kuno) mempunyai kesamaan dengan nenek moyang bangsa-bangsa di sebelah utara Formosa, sebelah barat Madagaskar, dan sebelah timur sampai pantai barat Amerika.
Manusia purba dan Homo Sapiens mempunyai perbedaan tubuh. Terutama volume otaknya, Homo Sapiens (manusia cerdas) sudah lebih dari 900 cc.
Kehidupan sosial masyarakat pada masa awal di nusantara terbagi dalam masa kehidupan sebagai berikut.
Hidup pada masa berburu dan mengumpulkan, cirinya:
hidup berkelompok;
hidup mengembara;
belum memiliki tempat tinggal tetap;
hidup berburu dan mengumpulkan;
hidup di tepi sungai, pantai, dan menggantungkan alam (food gathering).
Hidup di masa bercocok tanam, cirinya:
hidup sudah menetap,
sudah menghasilkan (food producing),
menaklukkan alam,
masyarakat sudah teratur,
hidup gotong royong,
mengenal persawahan,
di masa perundagian sudah mengenal teknik persawahan irigasi dan pertukangan, serta
sudah mengenal logam.
Alat-alat batu pada zaman praaksara di Indonesia terbagi atas zaman Paleolitikum, Mesolitikum, dan Neolitikum.
Zaman batu terbagi atas tiga periode atau zaman, yakni zaman Batu tua, zaman Batu Tengah, dan zaman Batu Baru.
Post a Comment